Matthew 8

Leggi questo capitolo con intenzione

Chiedi all’IA di questo capitolo

Matthew 8 follows the Sermon on the Mount with a chapter of action, as if to show that the one who taught with authority also acts with it. Jesus touches and cleanses a leper, heals a Roman centurion's servant from a distance and marvels at the man's faith, cures Peter's mother-in-law, and heals crowds in fulfillment of Isaiah's "He took on our infirmities." He tells two would-be followers what discipleship costs, sleeps through a storm and then silences it, and frees two demon-possessed men in Gentile country, after which the whole town asks him to leave.

Apri commento del capitolo

Matthew 8 begins the moment the Sermon on the Mount ends. Jesus comes down the mountain and the crowds follow, and the first person to reach him is a leper, a man the law required to keep his distance. Jesus reaches out and touches him. The second is a Roman centurion, an officer of the occupying army, who asks for his servant and then declines Jesus's offer to come, because he understands authority: say the word, and it will be done. Jesus marvels, and says that many will come from east and west to sit with Abraham while the expected guests are left outside. Peter's mother-in-law is healed with a touch; an evening of healings follows, and Matthew hears in it Isaiah's servant who took on our infirmities. Then the chapter turns to cost. A scribe volunteers and is told the Son of Man has nowhere to lay his head; a disciple asks to bury his father first and is told to let the dead bury their dead. A storm rises on the sea while Jesus sleeps; the disciples wake him, he rebukes the wind and the water, and they ask the question the whole Gospel exists to answer: what kind of man is this? The chapter ends on the far shore, where two men are delivered from a legion of demons, a herd of pigs drowns, and the whole town comes out to ask Jesus to leave.

Historical and literary context

The chapter opens as Jesus comes down the mountain, and Matthew arranges ten miracles across chapters 8 and 9 to present Jesus as the Messiah in deed as the sermon presented him in word. Lepers were excluded from the community under the law; a centurion was a Gentile officer of the occupying army; the region of the Gadarenes, on the east side of the sea, was Gentile territory where pigs were kept. Each encounter crosses a boundary of purity, nation, or power. The quotation of Isaiah 53:4 in verse 17 ties the healings to the suffering servant.

How the chapter unfolds

Verses 1 to 4 are the leper, touched and cleansed and sent to the priest. Verses 5 to 13 are the centurion, whose understanding of authority astonishes Jesus and prompts the saying about many coming from east and west. Verses 14 to 17 are Peter's mother-in-law and the evening of healings, with Isaiah quoted. Verses 18 to 22 are two would-be disciples: foxes have dens, let the dead bury their dead. Verses 23 to 27 are the storm on the sea, the sleeping Jesus, the disciples' cry, and the calm. Verses 28 to 34 are the two demon-possessed men, the pigs, and the town that begs Jesus to go.

Why this chapter matters

Matthew 8 shows the range of Jesus's authority: over disease, over distance, over demons, over the sea itself. The centurion's words, "just say the word," have entered Christian liturgy, prayed before communion in many traditions. The question the disciples ask in the boat, "What kind of man is this?", is the question the whole Gospel is answering. The chapter is also honest about the cost and the rejection that come with Jesus: the Son of Man has nowhere to lay his head, following him outranks even burying a father, and a town that has just seen two men freed asks him to leave because of the pigs.

Interpretive tension to watch

"Let the dead bury their own dead" is among the hardest sayings of Jesus, apparently overriding one of the most sacred duties of the ancient world. Was the man's father already dead, or was he asking to wait until an aged parent died? Either way, Jesus places the call to follow above every competing claim, and the saying resists softening. The pigs, too, trouble readers: two men are freed and a herd is lost, and the town prefers its pigs. The chapter lets the reader feel that choice.

Domande per questo capitolo

  • Jesus touches the leper before speaking. What does the touch communicate that the word alone would not?
  • The centurion understands Jesus's authority from his own experience of command. What in your experience helps you understand how Jesus works?
  • The town asked Jesus to leave after he freed two men. What might make a community prefer its pigs to its neighbors' healing?

Study with context

Use this as a chapter guide, then press deeper into the text itself. The goal is to slow down observation, notice structure, and ask better questions before jumping to conclusions.

1 Waktu Yesus turun dari bukit, banyak sekali orang mengikuti Dia. 2 Lalu datanglah kepada-Nya seorang penderita penyakit kulit menular. Dia sujud di hadapan Yesus dan berkata, “Tuhan, kalau Engkau mau, saya yakin Engkau pasti bisa menyembuhkan saya.” 3 Yesus pun mengulurkan tangan dan menyentuh orang itu sambil berkata, “Aku mau. Sembuhlah!” Saat itu juga penyakit kulitnya hilang dan dia menjadi sembuh. 4 Kemudian Yesus berkata kepada orang itu, “Jangan ceritakan hal ini kepada siapa pun, tetapi pergi dan tunjukkanlah kulitmu kepada imam yang sedang bertugas. Lalu berikanlah persembahan kepada Allah sesuai dengan perintah Musa tentang setiap orang yang sudah disembuhkan dari penyakit kulit. Dengan demikian semua orang akan tahu bahwa kamu betul-betul sudah sembuh.” 5 Yesus pergi ke kota Kapernaum. Sewaktu Dia memasuki kota itu, datanglah seorang komandan kompi Romawi kepada-Nya dan memohon dengan sangat, 6 “Tuhan, budak saya sedang terbaring di rumah karena sakit parah. Dia tidak bisa menggerakkan tubuhnya dan sangat menderita.” 7 Yesus berkata kepada komandan itu, “Aku akan datang menyembuhkan dia.” 8 Komandan itu menjawab, “Tuhan, saya tidak layak menerima Engkau di rumah saya. Tetapi saya minta Engkau memberi perintah saja supaya dia sembuh, maka pastilah dia akan sembuh. 9 Karena saya sendiri juga seorang bawahan yang tunduk pada perintah atasan, dan ada pula banyak tentara di bawah perintah saya. Kalau saya berkata kepada salah satu dari mereka, ‘Pergi ke sana,’ maka dia pun pergi. Kalau saya berkata kepada yang lain, ‘Datang,’ maka dia pun datang. Dan kalau saya katakan kepada budak saya, ‘Lakukan ini,’ maka dia pun melakukannya. Seperti itu jugalah keyakinan saya tentang Engkau, bahwa semua perintah-Mu akan jadi.” 10 Mendengar itu, Yesus merasa kagum lalu berkata kepada orang-orang yang mengikuti-Nya, “Aku menegaskan kepadamu: Bahkan di antara bangsa Israel pun belum pernah Aku menemukan keyakinan sebesar ini. 11 Aku beritahukan kepadamu, pada pesta besar ketika Allah mulai memerintah atas segala sesuatu tanpa perlawanan iblis, banyak orang dari segala bangsa akan bergabung bersama para leluhur kita Abraham, Isak, dan Yakub. 12 Tetapi banyak orang dari keturunan Israel yang sebenarnya sudah diundang untuk menghadiri pesta itu justru akan dibuang keluar ke tempat yang paling gelap. Di sanalah mereka akan menangis dan sangat menderita.” 13 Lalu Yesus berkata kepada komandan itu, “Pulanglah dan biarlah terjadi sesuai dengan keyakinanmu.” Pada saat itu juga budak komandan itu sembuh. 14 Ketika Yesus datang ke rumah Petrus, Dia mendapati ibu mertua Petrus sedang terbaring di tempat tidurnya karena demam. 15 Yesus menyentuh tangannya, dan demamnya pun langsung hilang. Kemudian ibu itu bangun dan melayani mereka. 16 Sesudah matahari tenggelam, banyak orang sakit dibawa kepada-Nya, juga orang yang dikuasai setan-setan. Semua orang yang sakit itu disembuhkan Yesus, dan dengan perkataan-Nya saja roh-roh jahat itu langsung meninggalkan orang-orang yang tadinya dikuasai. 17 Yesus melakukan hal itu supaya terjadilah apa yang sudah dinubuatkan oleh Nabi Yesaya, “Dialah yang mengangkat serta menanggung kelemahan dan penyakit kita dan menyembuhkan penyakit kita.” 18 Waktu Yesus melihat begitu banyak orang yang mengerumuni-Nya, Dia berkata kepada murid-murid-Nya, “Mari kita berangkat ke seberang danau.” 19 Lalu seorang ahli Taurat datang kepada-Nya dan berkata, “Guru, saya akan ikut engkau ke mana pun engkau pergi.” 20 Yesus berkata kepadanya, “Anjing hutan mempunyai liang dan burung mempunyai sarang. Tetapi Aku, Sang Anak Adam, tidak mempunyai tempat untuk beristirahat.” 21 Seorang lain yang mengikuti Yesus juga berkata kepada-Nya, “Tuan, saya ingin selalu mengikut engkau. Tetapi izinkanlah saya pulang dulu. Setelah ayah saya meninggal dan dikuburkan, saya akan mengikut engkau.” 22 Tetapi jawab Yesus kepadanya, “Ikutlah Aku sekarang, dan biarkanlah orang-orang yang mati secara rohani menunggu kematian sesama mereka.” 23 Lalu Yesus naik ke perahu dan berangkat ke seberang danau bersama murid-murid-Nya. 24 Tiba-tiba datanglah badai besar melanda danau itu. Perahu mereka dipukul ombak dan banyak air yang masuk sehingga perahu itu hampir tenggelam. Tetapi saat itu Yesus sedang tidur nyenyak. 25 Lalu mereka datang membangunkan Dia dengan berkata, “Tuan, tolong! Mampuslah kita!” 26 Jawab Yesus, “Kenapa kalian begitu takut? Kalian kurang yakin kepada-Ku!” Lalu Dia berdiri dan memerintahkan angin badai dan ombak itu untuk berhenti. Maka angin pun berhenti dan danau menjadi tenang sekali. 27 Mereka terheran-heran dan berkata, “Wah, orang macam apa dia ini?! Bahkan angin dan danau pun taat kepadanya.” 28 Setibanya Yesus di seberang danau, yaitu di daerah orang Girgasi, dua orang yang dikuasai setan-setan datang menemui Dia. Keduanya tinggal di gua-gua pekuburan, dan mereka begitu berbahaya sehingga tidak seorang pun berani melewati tempat itu. 29 Kedua orang itu berteriak kepada-Nya, “Hai Yesus, Anak Allah! Kenapa kamu mengganggu kami? Apakah engkau datang untuk menyiksa kami sebelum waktu yang ditentukan Allah?” 30 Tidak jauh dari situ ada kawanan babi yang sedang makan. 31 Lalu setan-setan itu berulang kali meminta kepada-Nya, “Kalau engkau mengusir kami keluar dari kedua orang ini, izinkanlah kami pergi kepada kawanan babi itu.” 32 Kata Yesus, “Pergilah!” Lalu mereka keluar dari kedua orang itu dan memasuki kawanan babi, sehingga semua babi itu lari dan terjun dari pinggir jurang ke dalam danau, sehingga mati tenggelam. 33 Para penjaga babi itu lari ke kota dan menceritakan apa yang sudah terjadi dengan kawanan babi mereka dan kedua orang yang sebelumnya dikuasai setan-setan. 34 Lalu seluruh penduduk kota keluar untuk menemui Yesus. Saat melihat-Nya, mereka memohon dengan sangat supaya Dia meninggalkan daerah mereka.

Trasforma la lettura in vero studio

Registrati per salvare versetti, prendere note e studiare con strumenti AI.

Scegli il tuo prossimo passo dopo questo capitolo Continua a leggere, scegli un piano o continua a studiare con l'AI.
Segui i temi che questo capitolo apre Argomenti correlati per le domande più ampie che questo capitolo potrebbe aver aperto.