Colossians 3

Baca pasal ini dengan sengaja

Tanyakan AI tentang pasal ini

Colossians 3 turns the letter's theology of Christ into a way of life. Because believers have been raised with Christ, they are to set their minds on things above, put to death the practices of the old self, and put on the new: compassion, kindness, humility, gentleness, patience, forgiveness, and over everything love. The peace of Christ is to rule, the word of Christ to dwell richly, and whatever one does is to be done in the name of the Lord Jesus. The chapter ends with instructions for wives, husbands, children, fathers, slaves, and masters, all reframed around serving the Lord.

Buka komentar pasal

Colossians 3 begins with a "therefore" that rests on everything before it. Paul has spent two chapters insisting that Christ is enough, that no added rule or vision or power can improve on him. Now he says what follows for people who have been raised with Christ: aim your mind where he is. That is not escapism. The chapter is intensely practical from verse 5 onward. It works with the image of clothing. Take off the old self, its sexual sin, its greed which is a form of idolatry, its anger and slander and lying. Put on the new self, and here Paul lists what it wears: compassion, kindness, humility, gentleness, patience, forbearance, forgiveness on the pattern of Christ's own, and over all of it love, the belt that holds the outfit together. Then three "lets": let the peace of Christ rule like an umpire in your hearts, let the word of Christ dwell richly among you as you teach and sing, and whatever you do, do it in the name of the Lord Jesus with thanks. The household instructions that close the chapter can sound dated, and they belong to Paul's world, but notice what he does with them. Every role is placed "in the Lord," and the slave, the lowest person in the house, is told that his real Master is Christ and his real reward an inheritance. The chapter's deepest claim is verse 11: in this new humanity, Christ is all, and is in all.

Historical and literary context

Paul wrote Colossians from prison to a church in the Lycus valley of Asia Minor that he had not founded or visited, apparently troubled by teaching that added rules, visions, and spiritual powers to Christ. Chapters 1 and 2 answer that Christ is sufficient; chapter 3 shows what a life shaped by that sufficiency looks like. The closing household instructions address the standard relationships of a Roman household and, unusually for the time, speak to wives, children, and slaves as moral agents in their own right.

How the chapter unfolds

Verses 1 to 4 state the foundation: raised with Christ, hidden with Christ, to appear with Christ in glory. Verses 5 to 11 are the "put to death" and "put aside" lists, sexual sin, greed named as idolatry, anger, slander, lying, ending with the new self renewed in the Creator's image where "Christ is all and is in all." Verses 12 to 17 are the "clothe yourselves" list of virtues, forgiveness as the Lord forgave, love as the bond, peace ruling, the word of Christ dwelling richly, singing with gratitude, and everything done in Jesus's name. Verses 18 to 25 address the household, with the repeated note that all of it is "in the Lord," and the promise that workers serve "the Lord Christ."

Why this chapter matters

This chapter gives Christian ethics its characteristic shape: not rules imposed from outside but a new identity lived out, taking off old clothes and putting on new ones. It is the source of the phrase "greed, which is idolatry," of the instruction to let the word of Christ dwell richly through psalms, hymns, and spiritual songs, and of the principle that any work can be done for the Lord rather than for people. Verse 11, erasing Greek and Jew, slave and free, is one of the New Testament's strongest statements that the church is a new humanity. Verse 13, "Forgive as the Lord forgave you," sets the measure for every Christian relationship.

Interpretive tension to watch

The household code tells wives to submit, children to obey, and slaves to obey their masters, in the language of Paul's world. Readers have long asked how these instructions relate to verse 11, where slave and free are one in Christ, and to the transformation the chapter describes. The chapter does not abolish the household of its day; it fills every role with the phrase "in the Lord" and gives the lowest member a Master in heaven. How that seed grew, and should grow, is a question the church is still answering.

Pertanyaan untuk pasal ini

  • Paul calls greed idolatry. What does that name reveal about the kinds of desire that quietly take God's place?
  • The virtues in verse 12 are to be put on like clothes. Which one is missing from your usual wardrobe, and what would putting it on look like this week?
  • Verse 23 says to do your work for the Lord and not for men. How would your ordinary work change if you believed that?

Study with context

Use this as a chapter guide, then press deeper into the text itself. The goal is to slow down observation, notice structure, and ask better questions before jumping to conclusions.

1 Seperti yang saya katakan sebelumnya, secara rohani kita sudah mati bersama Kristus dan dibangkitkan menjadi manusia baru waktu Dia hidup kembali dari kematian dan naik ke surga. Oleh karena itu, marilah kita berpikir, “Saya hanya merindukan surga, di mana Kristus Yesus duduk di sebelah kanan Allah!” 2 Biarlah hati dan pikiran kita tertuju ke surga, jangan ke dunia ini. 3 Karena di dunia ini hidup kita tidak lagi sama seperti sebelum mengenal Yesus. Kita sudah mati terhadap cara hidup yang seperti itu. Dan walaupun kita tidak melihat-Nya, sumber hidup kita yang sejati berada di surga, sebab Yesus sebagai kepala kita berada di sana dan hidup bersatu dengan Allah. 4 Jadi, kelak pada waktu Allah memperlihatkan Kristus Penguasa hidup kita kepada semua orang, kita juga akan turut terlihat bersama Dia dalam cahaya kehadiran-Nya. 5 Karena itu yakinkanlah dirimu masing-masing dengan kesadaran ini, “Setiap anggota tubuhku sudah mati terhadap bermacam-macam keinginan duniawi, seperti keinginan untuk berzina, segala macam dosa percabulan, hawa nafsu, keinginan untuk melakukan kejahatan, dan keserakahan.” Saudara-saudari, keserakahan sama seperti menyembah berhala, karena dengan serakah kamu sudah mendewakan uang. 6 Hal-hal jahat itu membuat Allah murka sehingga Dia akan segera membinasakan semua orang di dunia ini yang tidak mau taat kepada-Nya. 7 Dan jangan lupa bahwa dulu kita pun hidup seperti itu! 8 Tetapi sekarang, marilah kita masing-masing membuang semua sifat hidup lama yang ada dalam diri kita seperti marah, membenci dan menjelekkan orang lain, serta ucapan yang kotor. 9 Sebagai saudara-saudari seiman, kita juga tidak boleh saling menipu. Karena kita sudah membuang sifat hidup lama itu seperti membuang pakaian rusak. 10 Sekarang kita sudah diberi pakaian yang baru, yaitu hidup baru yang semakin hari semakin sempurna dalam mencerminkan sifat-sifat Yesus sendiri. Allah Pencipta yang mengerjakan hal itu dalam diri kita, karena kita sudah mengenal Dia melalui Yesus. 11 Oleh sebab itu, tidak ada lagi perbedaan antara orang Yahudi yang bersunat dengan bangsa-bangsa lain yang tidak bersunat. Kita pun tidak lagi membeda-bedakan orang berdasarkan asal usul maupun kedudukannya— baik bangsa asing, bangsa yang jahat, majikan, ataupun budak. Yang terpenting bagi kita adalah bahwa kita semua sudah menjadi satu umat karena bersatu dengan Kristus! 12 Oleh karena itu Saudara-saudari, sebagai orang yang sudah dipilih, dikasihi, dan disucikan oleh Allah sebagai umat-Nya sendiri, biarlah sifat-sifat ini melekat pada dirimu seperti pakaian baru. Hendaklah kamu saling mengasihani dalam kesusahan, selalu murah hati, rendah hati, lemah lembut, dan sabar terhadap orang lain. 13 Janganlah melihat kelemahan saudara-saudari kita seiman, tetapi hendaklah kamu saling memaafkan kalau ada yang melakukan kesalahan. Ingatlah bahwa Kristus sudah terlebih dahulu mengampuni dosa-dosa kita, maka demikianlah kita juga wajib saling memaafkan. 14 Tetapi sifat yang paling penting di atas segalanya adalah saling mengasihi. Hendaklah kasih menjadi tali pengikat yang mempersatukan kita dengan sempurna. 15 Biarlah ketenangan dalam perlindungan Allah menguasai hati dan pikiranmu. Karena Allah sudah memanggil kita menjadi anggota dari satu tubuh, yaitu tubuh Kristus, supaya kita bersatu dan hidup dengan tenang. Dan marilah kita selalu bersyukur kepada-Nya. 16 Biarlah ajaran Kristus terus memimpin kehidupanmu dan bertumbuh dengan subur dalam hatimu, supaya kalian saling mengajar dan menasihati dengan hikmat. Salah satu cara untuk melakukan hal itu adalah dengan menyanyikan lagu-lagu dari Kitab Mazmur maupun lagu rohani yang lain. Biarlah hatimu selalu penuh dengan rasa syukur kepada Tuhan Yesus. 17 Hendaklah semua perkataan dan perbuatanmu mewakili Tuhan Yesus di dunia ini. Dan melalui Dia marilah kita terus bersyukur kepada Allah Bapa! 18 Para istri, hendaklah kalian menaati suamimu masing-masing, karena itulah cara hidup yang sesuai bagi kita yang bersatu dengan Penguasa kita Yesus. 19 Setiap suami wajib mengasihi istrinya dan tidak boleh menyakiti dia. 20 Anak-anak, taatilah orangtuamu dalam segala hal, karena itu sangat menyenangkan hati Tuhan. 21 Dan para ayah, janganlah membuat anak-anakmu sakit hati, sebab anak yang sakit hati tidak akan mau berusaha hidup dengan baik. 22 Bagi kalian yang menjadi budak, taatilah majikanmu dalam segala hal. Jangan menaati dia di hadapannya saja, seperti orang-orang yang hanya mau menyenangkan manusia. Tetapi taatilah dia dengan sepenuh hati karena takut dan hormat kepada Allah. 23 Apa saja yang kamu kerjakan untuk majikanmu, lakukanlah dengan sepenuh hati karena kamu sebenarnya sedang melayani Tuhan, bukan manusia! 24 Ingat bahwa Tuhanlah yang akan memberikan upah kepadamu, ketika Dia kelak memberikan berkat yang sudah Dia janjikan kepada kita yang diangkat sebagai anak-anak-Nya. Jangan lupa bahwa kamu sebenarnya bekerja bagi Kristus Yesus, Penguasa kita. 25 Tetapi ingatlah juga bahwa Dia akan menghukum setiap orang yang berbuat tidak jujur, dan Penguasa kita tidak memandang muka.

Ubah membaca menjadi studi sungguhan

Daftar untuk menandai ayat, membuat catatan, dan belajar dengan alat bertenaga AI.

Pilih langkah selanjutnya setelah pasal ini Terus membaca, pilih rencana, atau terus belajar dengan AI.
Ikuti tema-tema yang dibuka pasal ini Hub topik terkait untuk pertanyaan-pertanyaan besar yang mungkin dibuka pasal ini.