1 Kings 11

Baca pasal ini dengan sengaja

Tanyakan AI tentang pasal ini

1 Kings 11 is the fall of Solomon. The king who asked for wisdom loved many foreign women, seven hundred wives and three hundred concubines, and in his old age they turned his heart to Ashtoreth, Milcom, Chemosh, and Molech, for whom he built high places east of Jerusalem. The LORD, who had appeared to him twice, announces that the kingdom will be torn from him, though for David's sake not in his lifetime and not entirely. Three adversaries rise: Hadad the Edomite, Rezon of Damascus, and Jeroboam, Solomon's own overseer, to whom the prophet Ahijah gives ten pieces of a torn cloak and the promise of ten tribes. Solomon tries to kill Jeroboam, who flees to Egypt, and dies after forty years, leaving Rehoboam.

Buka komentar pasal

1 Kings 11 is the chapter nobody wanted to write. Solomon has built the temple, prayed its dedication, received the Queen of Sheba, and grown richer and wiser than any king on earth, and now the narrator has to tell how it ended. It begins with a single word, "however." King Solomon, however, loved many foreign women. Seven hundred wives, three hundred concubines, princesses from every nation God had warned Israel not to marry, and when he was old they did what the warning said they would: they turned his heart. The man who had seen the LORD twice built shrines on the hill east of Jerusalem for the gods of Sidon, Moab, and Ammon, and burned incense with his wives. God's verdict is exact. The kingdom will be torn away, but not in your lifetime, for your father David's sake, and not all of it, for Jerusalem's sake. Then the narrator shows the tearing already under way. Hadad of Edom, a boy who escaped Joab's massacre and was raised at Pharaoh's table, asks to go home. Rezon takes Damascus. And a capable young overseer named Jeroboam meets the prophet Ahijah on an empty road, watches him tear a new cloak into twelve pieces, and is handed ten of them with a promise: obey, and I will build you a house like David's. Solomon tries to have him killed, and he runs to Egypt to wait. The chapter ends the way the books of Kings end every reign, with a source, a number of years, a burial, and a son. The son is Rehoboam, and the cloak is about to tear.

Historical and literary context

Solomon reigned in the tenth century BC, and his marriages were diplomacy: alliances with Egypt, Moab, Ammon, Edom, Sidon, and the Hittite states were sealed with royal daughters, each of whom brought her gods. The hill "east of Jerusalem" is the Mount of Olives, which later writers called the Mount of Corruption. Edom, Damascus, and the northern tribes were the three flanks of Solomon's empire, and the chapter shows each turning against him; the Assyrian and Egyptian records of the period confirm the rise of Aram-Damascus. Shishak, who shelters Jeroboam, is Pharaoh Shoshenq I, whose own inscription records a campaign into Israel after Solomon's death. The Book of the Acts of Solomon, cited in verse 41, is a lost source.

How the chapter unfolds

Verses 1 to 8 describe the marriages, the turning of Solomon's heart, and the high places for foreign gods. Verses 9 to 13 give the LORD's anger and sentence, with the two mitigations for David's sake. Verses 14 to 22 tell Hadad's story, from the massacre in Edom to Pharaoh's court to his request to go home. Verses 23 to 25 introduce Rezon of Damascus. Verses 26 to 40 tell of Jeroboam: his rise in Solomon's service, Ahijah's acted prophecy with the twelve pieces of the cloak, the promise conditioned on obedience, and his flight to Egypt. Verses 41 to 43 close Solomon's reign with the source note, the forty years, his death, and Rehoboam's succession.

Why this chapter matters

The chapter is the Bible's great warning that wisdom does not protect the heart, and "his wives turned his heart away" has been a text on marriage and compromise ever since. It explains the division of the kingdom, the central fact of Israel's history for the next two centuries, as the consequence of idolatry rather than politics. Ahijah's torn cloak is one of the memorable prophetic signs, and the promise to Jeroboam, "I will build you a lasting dynasty just as I built for David," shows that the northern kingdom began with a genuine offer. The "lamp" for David in Jerusalem became the phrase for the survival of David's line, and thus of the messianic hope.

Interpretive tension to watch

The chapter blames Solomon's wives for his apostasy, and readers have to decide how much the narrator holds Solomon responsible for choices the text describes as his own love. The account of a king with a thousand wives sits beside Deuteronomy's rule that a king must not multiply wives, and beside the Song of Solomon's celebration of one beloved. God's sentence is delayed and softened for David's sake, which raises the question of how the sins of one generation fall on the next. And the three adversaries are said to be raised up by God, though Hadad's grievance and Jeroboam's ambition are entirely human, a tension the book leaves standing.

Pertanyaan untuk pasal ini

  • Solomon's heart turned "when he grew old." What guards a heart over decades that a single good decision cannot?
  • God delays the judgment for David's sake and keeps one tribe for Jerusalem. What does that say about how God's promises and his judgments work together?
  • Jeroboam is offered a dynasty like David's if he obeys. Knowing how his story ends, what does the chapter teach about beginnings?

Study with context

Use this as a chapter guide, then press deeper into the text itself. The goal is to slow down observation, notice structure, and ask better questions before jumping to conclusions.

1 Raja Salomo mencintai banyak perempuan asing. Selain menikah dengan putri raja Mesir, dia juga menikahi perempuan-perempuan dari bangsa Moab, Amon, Edom, Sidon, dan Het. 2 TUHAN sudah memperingatkan bangsa Israel, “Janganlah melakukan pernikahan campur dengan orang dari bangsa-bangsa itu, karena mereka akan mempengaruhi kalian untuk menyembah berhala-berhala mereka,” tetapi Salomo tetap menikahi mereka. 3 Salomo mempunyai 700 istri dari keluarga kerajaan, serta 300 orang gundik. Dan benar saja, para istrinya itu membuat Salomo meninggalkan TUHAN. 4 Ketika Salomo sudah tua, istri-istrinya mempengaruhi dia untuk ikut menyembah dewa-dewa mereka, sehingga hatinya tidak lagi setia kepada TUHAN seperti Daud ayahnya. 5 Salomo menyembah Astoret, dewi orang Sidon, dan Molok, dewa yang sangat menjijikkan sembahan bangsa Amon. 6 Dengan demikian, Salomo melakukan apa yang jahat di mata TUHAN. Dia tidak mengikut TUHAN dengan setia seperti ayahnya. 7 Di atas bukit di sebelah timur Yerusalem, Salomo membangun kuil pemujaan untuk Kamos, dewa menjijikkan yang dipuja bangsa Moab, dan untuk Molok, dewa sembahan bangsa Amon yang sangat menjijikkan itu. 8 Juga untuk semua istrinya dari bangsa-bangsa asing itu, Salomo membuatkan kuil-kuil pemujaan tempat mereka membakar dupa dan mempersembahkan kurban untuk dewa-dewa mereka. 9 Maka TUHAN pun marah terhadap Salomo sebab dia telah berpaling dari Allahnya sendiri, yang sudah dua kali menampakkan diri kepadanya 10 dan sudah memperingatkan dia secara khusus agar jangan menyembah dewa-dewa. Salomo melanggar perintah TUHAN. 11 Jadi TUHAN berkata kepada Salomo, “Karena kamu telah melakukan semuanya itu, melanggar ikatan perjanjian-Ku, dan tidak menaati ketetapan yang sudah Aku berikan kepadamu, maka Aku akan memecah kerajaanmu dan memberikannya kepada seorang pegawaimu. 12 Tetapi demi ayahmu, Aku tidak akan melakukannya selama kamu masih hidup. Aku akan memecah kerajaan ini pada masa pemerintahan anakmu nanti. 13 Meskipun demikian, Aku tidak akan mengambil seluruh kerajaan dari anakmu. Aku tetap mengizinkan dia memerintah atas satu suku saja, demi hamba-Ku Daud dan demi Yerusalem, kota yang sudah Aku pilih.” 14 Kemudian TUHAN menggerakkan Hadad, keturunan raja Edom, untuk melawan Salomo. 15 Dahulu ketika Daud mengalahkan kerajaan Edom, Yoab, panglima pasukannya, pergi ke Edom untuk menguburkan para tentara Israel yang mati dalam pertempuran. Dia bersama pasukannya tinggal di sana enam bulan, dan selama itu mereka membunuh semua laki-laki yang tersisa di Edom. 17 Tetapi Hadad yang waktu itu masih sangat muda dibawa lari ke Mesir oleh beberapa pejabat Edom. 18 Mereka meninggalkan Midian dan sampai ke Paran. Beberapa orang bergabung dengan mereka di sana. Lalu mereka bersama-sama pergi ke Mesir dan menemui raja Mesir. Raja menyediakan tanah, rumah, juga kebutuhan makanan bagi Hadad. 19 Raja Mesir sangat menyayangi Hadad sehingga dia memberikan adik iparnya sendiri, yaitu adik ratu Mesir, menjadi istri Hadad. (Ratu Mesir itu bernama Tahpenes.) 20 Istri Hadad melahirkan seorang anak laki-laki, namanya Genubat. Anak ini dibesarkan oleh Ratu Tahpenes di istana bersama anak-anak raja Mesir. 21 Bertahun-tahun kemudian, Hadad mendengar berita bahwa Daud dan Yoab, panglima tentaranya, sudah meninggal dunia. Maka Hadad berkata kepada raja Mesir, “Izinkanlah saya kembali ke negeri saya.” 22 Raja bertanya, “Kekurangan apakah kamu di sini, sehingga kamu ingin kembali ke negerimu?” Jawab Hadad, “Saya tidak kekurangan apa pun. Tetapi tolong izinkanlah saya pergi.” 23 Allah juga menggerakkan Rezon anak Eliada untuk melawan Salomo. Rezon adalah mantan budak Hadadezer, raja negeri Zoba. Rezon melarikan diri dari majikannya itu 24 lalu menjadi pemimpin kelompok pemberontak. Itu terjadi sesudah Daud mengalahkan Hadadezer dan membunuh para tentara Zoba. Kekalahan itu membuat Rezon beserta anak buahnya melarikan diri ke Damsik dan tinggal di kota itu. Di sana anak buahnya mengangkat Rezon menjadi raja Aram. 25 Rezon membenci Israel dan menjadi musuh Israel selama masa pemerintahan Salomo. Sama seperti Hadad, dia mendatangkan banyak masalah terhadap Israel. Kekuasaan Rezon meluas hingga di seluruh Aram. 26 Pemimpin pemberontakan lainnya yang melawan Salomo adalah Yerobeam, pegawainya sendiri. Yerobeam adalah anak Nebat dari kota Zereda di wilayah Efraim. Ibunya seorang janda bernama Zerua. 27 Beginilah awal mula pemberontakannya. Suatu kali, Salomo sedang menimbun dan memperbaiki bagian lama tembok Yerusalem yang disebut Kota Daud. 28 Yerobeam bekerja dalam pembangunan itu. Ketika Salomo melihat bahwa pemuda itu sangat rajin dan bisa diandalkan, Salomo mengangkat dia menjadi mandor untuk mengepalai para buruh dari suku Efraim dan Manasye. 29 Suatu hari, ketika Yerobeam dalam perjalanan dari Yerusalem ke tempat lain melalui suatu padang, dia didatangi oleh Ahia, nabi dari kota Silo yang pada waktu itu mengenakan jubah baru. Hanya ada mereka berdua di padang itu. 30 Ahia melepaskan jubah baru yang dia pakai dan merobeknya menjadi dua belas bagian, 31 lalu berkata kepada Yerobeam, “Ambillah sepuluh robekan untukmu, karena beginilah pesan TUHAN, Allah Israel: Aku akan memecah kerajaan Israel dari tangan Salomo dan memberikan sepuluh suku kepadamu. 32 Tetapi Aku akan membiarkan satu suku tetap dipimpin oleh Salomo, demi janji-Ku kepada hamba-Ku Daud, dan demi Yerusalem, kota yang sudah Aku pilih dari antara semua suku Israel. 33 Aku melakukannya karena Salomo dan rakyat Israel sudah meninggalkan Aku dan menyembah Astoret, dewi orang Sidon, Kamos, dewa orang Moab, dan Molok, dewa orang Amon. Mereka tidak lagi menaati Aku seperti Daud. Mereka sudah berhenti melakukan apa yang benar. Mereka tidak lagi menjalankan ketetapan dan peraturan yang sudah Aku perintahkan. 34 “Namun, Aku tidak akan mengambil seluruh kerajaan dari Salomo. Aku juga akan tetap membiarkan dia berkuasa selama hidupnya, demi janji-Ku kepada Daud, hamba pilihan-Ku, yang taat pada perintah dan ketetapan-Ku. 35 Aku akan memecah kerajaan Israel ketika anak Salomo naik takhta. Sepuluh suku akan Aku berikan kepadamu. 36 Tetapi satu suku akan tetap Aku berikan kepada anaknya, supaya selalu ada keturunan Daud yang memerintah di Yerusalem, kota yang Aku pilih sebagai tempat beribadah kepada-Ku. 37 Aku akan mengangkatmu menjadi raja Israel, sehingga kamu berkuasa atas segala sesuatu yang kamu inginkan. 38 Apabila kamu menaati semua yang Aku perintahkan dan hidup benar menurut kehendak-Ku seperti hamba-Ku Daud, dengan selalu menjalankan ketetapan-ketetapan-Ku, maka Aku akan selalu bersamamu. Aku akan membuat anak cucumu turun temurun menjadi raja atas Israel, seperti yang Aku lakukan untuk Daud. Aku akan memberikan Israel kepadamu. 39 Aku akan menghukum keturunan Daud karena dosa Salomo, tetapi tidak untuk selamanya.” 40 Sejak mengetahui hal itu Salomo berusaha membunuh Yerobeam. Tetapi dia melarikan diri kepada Sisak, raja Mesir, dan tinggal di sana sampai Salomo meninggal. 41 Seluruh peristiwa di masa pemerintahan Salomo, tindakan-tindakan yang diambilnya, termasuk kebijaksanaannya, dicatat dalam kitab Riwayat Salomo. 42 Salomo memerintah di Yerusalem atas seluruh Israel selama empat puluh tahun. 43 Sesudah itu dia meninggal dunia dan dikuburkan di Kota Daud. Lalu Rehabeam, anaknya, menjadi raja menggantikan dia.

Ubah membaca menjadi studi sungguhan

Daftar untuk menandai ayat, membuat catatan, dan belajar dengan alat bertenaga AI.

Pilih langkah selanjutnya setelah pasal ini Terus membaca, pilih rencana, atau terus belajar dengan AI.
Ikuti tema-tema yang dibuka pasal ini Hub topik terkait untuk pertanyaan-pertanyaan besar yang mungkin dibuka pasal ini.