1 Corinthians 11

Baca pasal ini dengan sengaja

Tanyakan AI tentang pasal ini

1 Corinthians 11 addresses two problems in the Corinthian assembly. The first is head coverings: Paul argues from the order of creation and from what he calls nature that a man should pray with his head uncovered and a woman with hers covered, while insisting that in the Lord neither is independent of the other and that everything comes from God. The second is the Lord's Supper, which the Corinthians had turned into a meal where the rich ate and drank while the poor went hungry. Paul says that is not the Lord's Supper at all, hands on the words of Jesus from the night he was betrayed, and warns that eating without recognizing the body brings judgment. Examine yourselves, he says, and wait for one another.

Buka komentar pasal

1 Corinthians 11 deals with two things that happened when the Corinthian church came together, and both involve what people could see. The first is heads. In Corinth a woman's covered head said something about her honor and her husband, and some women in the church were praying and prophesying with their heads bare, perhaps in the freedom they had heard Paul preach. Paul asks them to keep the covering, and he reaches for every argument he has: the order of creation, the honor of husbands, nature, the angels, the custom of all the churches. In the middle of it he says the thing that outlasts the customs: in the Lord, woman is not independent of man, nor man of woman, and everything comes from God. The second thing people could see was the meal. The Lord's Supper in Corinth was a real dinner, and it had become a Roman dinner, with the well-off eating and drinking their fill while the slaves and laborers who arrived late found nothing. Paul does not soften it. This is not the Lord's Supper you are eating, he says; you despise the church of God and humiliate the people who have nothing. Then he tells them what he received from the Lord, the oldest written account of the night Jesus was betrayed, the bread that is his body for you, the cup that is the new covenant in his blood, the command to do this in remembrance of him. To eat it while shaming his people is to eat judgment. So examine yourselves, he ends, and when you come together, wait for one another.

Historical and literary context

Paul wrote from Ephesus around AD 54 or 55 to a church he had founded in the wealthy Roman port of Corinth, meeting in the homes of better-off members. In Roman society a woman's covered head in public signaled marriage and modesty, and an uncovered or shaved head could mark a prostitute or an adulteress; a man covering his head recalled Roman priests sacrificing with their togas drawn up. The Lord's Supper was eaten as part of a full meal, and Roman dining custom served better food to the host's peers in the dining room while dependents ate in the courtyard, which is what Paul condemns. Verses 23 to 26 are the earliest written account of the Last Supper, predating the Gospels.

How the chapter unfolds

Verse 1 closes the previous argument with "imitate me." Verse 2 praises the Corinthians for keeping the traditions. Verses 3 to 16 argue the head covering question: the headship sequence, the dishonor of uncovered women and covered men, the creation argument from Genesis 2, the "because of the angels," the balancing "in the Lord," the appeal to nature and long hair, and the closing appeal to the practice of the churches. Verses 17 to 22 rebuke the divisions and the humiliation of the poor at the meal. Verses 23 to 26 give the received tradition of the Supper. Verses 27 to 34 warn of eating unworthily, call for self-examination, explain the sickness in the church as discipline, and command waiting for one another.

Why this chapter matters

Verses 23 to 26 are read at every celebration of the Eucharist in every Christian tradition, and "do this in remembrance of Me" is among the most spoken sentences in the world. "You proclaim the Lord's death until He comes" gave the Supper its meaning as proclamation and hope. The warning against eating "in an unworthy manner" shaped centuries of preparation for communion, sometimes to the point of keeping people away from it. The head-covering passage governed the dress of Christian women for most of church history and still does in some communities, and its statement that "woman is not independent of man, nor is man independent of woman" is a rare first-century affirmation of mutuality.

Interpretive tension to watch

Almost every line of verses 3 to 16 is disputed: whether "head" means authority or source, whether the covering is a veil or long hair, what "because of the angels" means, and whether the instruction is a cultural custom of Corinth or a permanent rule. Verse 5 assumes that women pray and prophesy aloud in the assembly, which readers must square with the silence commanded in chapter 14. In the Supper passage, "recognizing the body" may mean discerning Christ's presence in the bread or discerning the congregation as his body, which changes what "unworthy manner" means; the context of the rich shaming the poor favors the second.

Pertanyaan untuk pasal ini

  • Paul says a meal where some eat well while others go hungry is "not the Lord's Supper." What makes a shared meal Christian, and what unmakes it?
  • "Do this in remembrance of Me." What is being remembered, and what does remembering do?
  • The head-covering argument rests on customs that meant something specific in Corinth. How do you tell a permanent principle from its local form?

Study with context

Use this as a chapter guide, then press deeper into the text itself. The goal is to slow down observation, notice structure, and ask better questions before jumping to conclusions.

1 Jadi ikutilah teladan saya, sama seperti saya juga mengikuti teladan Kristus. 2 Saya sangat senang, Saudara-saudari, karena kalian selalu mengingat saya dan tetap mengikuti semua ajaran yang sudah saya sampaikan! 3 Tetapi sekarang saya mau kalian mengetahui hal ini: Kepala dari Kristus adalah Allah. Kepala dari setiap laki-laki adalah Kristus. Dan kepala dari setiap istri adalah suaminya. 4 Jadi, kalau laki-laki menyampaikan pesan dari Roh Allah atau berdoa dengan memakai kerudung, berarti dia tidak menghormati Kristus sebagai Kepalanya. 5 Sebaliknya, waktu perempuan berdoa atau menyampaikan pesan dari Roh Allah, dia harus memakai kerudung. Kalau tidak, berarti dia tidak menghormati suaminya sebagai kepalanya. Karena tidak pantas seorang perempuan melakukan kedua hal itu tanpa kerudung. Itu memalukan, sama seperti perempuan yang digundul kepalanya. 6 Jika kalian perempuan tidak mau memakai kerudung, sekalian saja potong rambutmu pendek seperti laki-laki! Tetapi kalau kalian malu berambut pendek atau gundul, pakailah kerudung. 7 Sebaliknya, laki-laki tidak perlu memakai kerudung waktu berdoa atau menyampaikan pesan Roh Allah, sebab laki-laki mencerminkan sifat-sifat Allah dan kemuliaan-Nya, sedangkan perempuan mencerminkan kemuliaan laki-laki. 8 Karena laki-laki tidak berasal dari perempuan, tetapi perempuanlah yang berasal dari laki-laki. 9 Ingatlah bahwa bukan Adam yang diciptakan untuk Hawa, tetapi sebaliknya. 10 Karena itu, perempuan perlu memakai kerudung untuk menunjukkan bahwa dia hormat pada kepalanya, yaitu suami. Hal itu juga dilakukan karena malaikat-malaikat selalu hadir dalam ibadah kita. 11 Namun, perlu kita ingat: Biarpun awalnya perempuan berasal dari laki-laki, tetapi kemudian setiap laki-laki dilahirkan dari perempuan. Dan baik laki-laki maupun perempuan sama-sama berasal dari Allah. Demikian pula dalam anggota umat Allah, laki-laki dan perempuan saling membutuhkan. 13 Pikirkanlah sendiri, apakah pantas seorang perempuan berdoa kepada Allah dalam pertemuan jemaat tanpa memakai kerudung? 14 Setiap orang pun tahu bahwa tidak pantas laki-laki berambut panjang. 15 Sebaliknya, bagi perempuan rambut panjang adalah kebanggaan, sebab rambut panjang diberikan kepada wanita sebagai penutup serta menunjukkan harga dirinya sebagai perempuan. 16 Jika ada yang bersikeras mengubah kebiasaan ini, ketahuilah bahwa para rasul dan seluruh jemaat Allah melakukan kebiasaan tersebut. Kami tidak mempunyai kebiasaan lain. 17 Dalam hal berikut ini, perbuatan kalian tidak terpuji, sebab pertemuan-pertemuan kalian tidak menghasilkan hal baik, tetapi justru yang tidak baik. 18 Karena pertama, saya mendengar bahwa ketika kalian berkumpul, masih ada perpecahan di antara kalian. Dan saya pikir berita itu ada benarnya. 19 Sayang sekali! Mungkin memang harus ada perpecahan di antara kalian supaya menjadi jelas kelompok mana yang benar! 20 Kedua, saya dengar bahwa ketika kalian berkumpul, ternyata perjamuan yang kalian rayakan tidak pantas disebut Perjamuan Tuhan. 21 Sebab ketika kalian makan bersama sebelum Perjamuan Tuhan, setiap orang berebut mengambil makanan sendiri tanpa menunggu yang lain. Akhirnya ada yang tidak mendapat bagian dan kelaparan, sedangkan yang lain kekenyangan bahkan mabuk. 22 Apa-apaan itu?! Hai kalian yang rakus, makanlah dulu di rumahmu masing-masing! Dengan kelakuanmu itu, kamu menghina jemaat Allah dan mempermalukan anggota yang miskin. Kalau sudah begini, saya harus berkata apa? Saya hanya bisa menegaskan: Perbuatan kalian benar-benar tidak terpuji. 23 Karena ajaran yang sudah saya berikan kepada kalian sama seperti ajaran yang saya terima dari Tuhan sendiri: Pada malam ketika Tuhan Yesus diserahkan kepada yang memusuhi-Nya, Dia mengambil roti 24 dan bersyukur kepada Allah atas roti itu. Lalu Dia menyobek-nyobek roti itu serta berkata, “Ambil dan makanlah. Inilah tubuh-Ku yang dikurbankan demi kalian. Lakukanlah ini untuk mengenang Aku.” 25 Dengan cara yang sama, sesudah makan, Dia mengambil cawan berisi air anggur dan berkata, “Darah-Ku ini menandakan bahwa perjanjian yang baru antara Allah dan manusia sudah disahkan. Setiap kali kalian minum anggur seperti ini, lakukanlah untuk mengenang Aku.” 26 Nah, sesuai perkataan-Nya itu, setiap kali kita makan roti dan minum anggur dalam Perjamuan Kudus, artinya kita sedang memberitakan kematian Tuhan Yesus sampai Dia datang kembali nanti. 27 Jadi, kalau dalam Perjamuan Kudus seseorang makan roti dan minum anggur dengan cara yang tidak menghormati Tuhan, maka orang itu berdosa terhadap tubuh dan darah Tuhan. 28 Karena itu, periksalah diri kalian masing-masing sebelum kamu makan roti dan minum air anggur perjamuan, untuk memastikan bahwa kamu menyadari pengurbanan Tuhan Yesus yang dilambangkan dalam roti dan anggur itu. Sebab jika kamu makan roti dan minum anggur Perjamuan Kudus tanpa menyadari pengurbanan Tuhan, kamu mendatangkan hukuman atas dirimu sendiri. 30 Oleh karena itulah banyak di antara kalian yang sering sakit, lemah, bahkan mati! 31 Bila kita memeriksa diri masing-masing dan menyadari arti perjamuan itu, kita tidak perlu takut kena hukuman Tuhan. 32 Namun, sekalipun Tuhan menghukum kita, sebetulnya hukuman itu bertujuan untuk mendidik kita, agar kita tidak dibinasakan bersama orang-orang duniawi. 33 Oleh karena itu Saudara-saudari, saat kalian berkumpul mengadakan Perjamuan Tuhan, sabarlah menunggu satu sama lain dan saling bergiliran, supaya perjamuan kalian tertib dan teratur. 34 Kalau ada yang lapar, makanlah dulu di rumah supaya perjamuan bersama tidak menjadi kesempatan bagimu untuk mendatangkan hukuman atas diri sendiri. Mengenai pertanyaan-pertanyaan kalian yang lain, saya akan membahasnya ketika saya datang.

Ubah membaca menjadi studi sungguhan

Daftar untuk menandai ayat, membuat catatan, dan belajar dengan alat bertenaga AI.

Pilih langkah selanjutnya setelah pasal ini Terus membaca, pilih rencana, atau terus belajar dengan AI.
Ikuti tema-tema yang dibuka pasal ini Hub topik terkait untuk pertanyaan-pertanyaan besar yang mungkin dibuka pasal ini.